Daftar Member HPAI Hanya Untuk Konsumsi

Produk – Produk yang di jual di HPAI merupaka produk berbahan dasar herbal dalam bentuk makanan, minuman kesehatan, kecantikan dan berbagai keperluan harian rumah tangga. Kualitas Produk sangat sesuai dengan harga. Kualitas Produk HPAi sudah diuji coba dengan ketat, dan untuk kehalalan sudah diuji langsung oleh pihak berwenang menentukan Kehalalan yang sesuai degan syariat islam. Oleh karena itu produk ini sudah dijamin keaslian dan kualitasnya dan produk ini berasal dari umat islam tentunya insyaallah berkah untuk dunia dan berkah di akhirat karena dapat bersilaturami dengan sesama muslim melalu transasksi tersebut. Untuk membeli produk HPAI sangat mudah ditemukan dibeberapa agen terdekat. Ketika anda membeli produk HPAi tentu anda memiliki 2 pilihan untuk proses pembelian. Anda membeli langsung dengan harga konsumen atau anda dapat daftar member HPAI mendapat kan diskon sekitar 20% dari harga normal untuk konsumen.

Daftar member HPAI hanya membayar uang pendaftaran atau modal investasi sebesar Rp.10.000,- saja anda sudah mendapatkan kartu diskon untuk membeli produk dari HPAI dengan harga lebih murah dari harga konsumen. Selain itu anda akan mendapatkan katalog dan buku panduan bagaiman cara menjalankan bisnis ini. Jika anda akitf tetap belanja produk HPAI anda dapat terus memanfaatkan kartu diskon tersebut terus menerus tanpa batas, tanpa iuran bulanan atau tahunan. Anda dapat belanja produk HPAI di member area dari web HPAI. Anda dapat belanja segala produk HPAI di daerah anda sendiri dengan menginputkan ID number dari HPAI yang anda miliki untuk mendapatkan harga diskon member dengan akses yang mudah. Untuk agen HPAI sudah tersebar di seluruh Indonesia bahkan di beberapa negara tetangga. Sehingga anda tidak akan kesuliatan untuk mendapatkan produk HPAI ini. Sehingga tidak rugi jika anda mendaftar member hanya untuk keperluan konsumsi karena anda akan mendapatkan diskon setiap pembelian, dan memiliki peluang untuk mendapatkan bonus dari setiap pembelian produk HPAI semakin banyak anda memebeli produk tersebut semakin besar peluang anda untuk mendapatkan bonus yang besar.

Waduh! Harga Cabai Perkilo di Daerah Ini Tembus Rp130 Ribu

Siapa yang tidak suka pedas ? hampir seluruh masyarakat Indonesia hobi makan pedas, serta hampir seluruh masakan khas Indonesia menggunakan bahan dasar cabai di dalamnya.

Namun bila harga cabai melonjak tinggi, bukan saja konsumen yang diberatkan tapi pedagang pun akan mengalami kesulitan karena pembeli akan menurun dan jumlah pemasukan kepada padagang imbasnya.

Di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, harga cabai kecil kini menembus Rp130 ribu per kilogram sehingga banyak dikeluhkan kalangan pedagang dan para pembeli di wilayah itu.

“Harga belum turun sejak bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu. Sempat memang naik jauh sampai Rp150 ribu per kilogram, kini mandeg pada harga Rp120 ribu sampai Rp130 ribu per kilogram,” kata Luh Supadmi, salah satu pedagang di Pasar Banyuasri, Sabtu (4/3).

Ia mengatakan, pihaknya tidak dapat berbuat banyak dan mengharapkan adanya perhatian pemerintah daerah segera melakukan tindakan dengan melakukan operasi pasar atau sejenisnya.

Supadmi mengungkapkan, akibat mahalnnya harga cabai menyebabkan dirinya kehilangan banyak langganan. Bukan hanya itu saja, omzet menurun karena memang cabai salah satu kebutuhan pokok yang banyak dicari.

“Turun memang omzet saya karena cabai mahal. Turunnya sekitar 30 persen lebih. Harapannya harga segera stabil sehingga kembali seperti sedia kala, langganan juga kembali datang,” harapnya.

Ia juga menambahkan, pedagang mengalami kerugian jika terus harga cabai mahal. Cabai yang didiamkan dalam waktu lama akan cepat mengalami pembusukan sehingga tidak dapat dijual.

“Kadang kala kalau harga terlalu mahal sedikit yang beli. Apalagi pedagang kecil seperti saya yang harus membeli cabai dari pengepul dulu. Kalau sudah lama pasti busuk,” terangnya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik Provinsi Bali mencatat harga cabai yang meningkat hingga mencapai Rp130.000 per kilogram menjadi salah satu pemicu inflasi di Kota Singaraja, ibu kota Kabupaten Buleleng hingga sebesar 0,79 persen dalam bulan Februari 2017.